Langsung ke konten utama

Pergi

Kulihat dari kejauhan ia tertawa bersama dua orang yang tengah menyandarkan dirinya di kursi batu dekat perpustakaan, bahagia terpancar dari kedua bola matanya. Seringaian dan celotehan yang menjadi ciri khasnya saat berbincang denganku, terumbar dengan leluasa.

Berbanding terbalik denganku.


Aku hanya dapat melihat sosoknya dari sela pintu ruang kelas. Memandangnya kini bahkan masuk kedalam daftar mustahil. Kini Ia telah pergi. Ini bagai mimpi buruk di siang bolong. Sosoknya tidak akan pernah lagi masuk kedalam rekam otak bahkan ilusi.



Perjalanan yang panjang telah berbuah masam. yang pasti aku sadari, seseorang telah menggantikan tempatku. Tempat yang selama ini telah nyaman aku duduki. Entah ia yang berpindah, atau aku yang tergeser. kian jelaslah hubungan ini, tidak berawal namun dapat berakhir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aesthetics

Aku ingin selalu merekam hal hal yang manis. Agar hingga tiba saatnya tiap detik menipis menjadi habis dan perpisahan tak dapat ditepis. Namun, cerita tentang kita tidak pernah terkikis.