Gadis itu menangis sesegukan sembari memeluk lutut nya di dekat pintu merah. air matanya yang tumpah sejak pagi buta tampak tak habis melihat betapa basah kini gaun hitamnya. rambut panjangnya menjuntai seakan membuat tirai pertahanan agar orang lain tidak dapat melihat wajah pilunya. orang berlalu lalang bergantian menepuk nepuk pundaknya dengan sayang. sembari memberi ungkapan bela sungkawa dan petuah agar tegar. Namun tetap, lantunan kata 'Ibu' tak luput ia ucapkan di sela tangisannya.
Aku ingin selalu merekam hal hal yang manis. Agar hingga tiba saatnya tiap detik menipis menjadi habis dan perpisahan tak dapat ditepis. Namun, cerita tentang kita tidak pernah terkikis.
Komentar
Posting Komentar