Sambil sesegukkan ia menepuk nepuk pundak seseorang yang berada di sebelahnya. Menyampaikan betapa bangga ia bisa sampai berada di tempat ini meski untuk menyaksikan kegagalan putrinya di tahap terakhir.
“Jalanmu masih panjang nak” Ucap Pria paruh baya yang tak jauh dari
tempatnya duduk.
“Tidak perlu sedih. Ayah dan Ibu mendukungmu nak. Kegagalanlah
yang membuatmu kuat. Perjuangan tak terasa manis tanpa menyesap pahitnya gagal”
tambahnya.
Ia yang sedang di ajak bicarapun hanya menunduk diam tak berucap.
Bulir air mata lolos dari keduamatanya. Hanya lewat tangisan ia mengutarakan
kesedihannya.
Komentar
Posting Komentar