Langsung ke konten utama

(Kembali) Jatuh

Tatapan pandanganya kosong kedepan. Kali ini seharusnya suara tangisnya lebih keras, namun ia bungkam tak menunjukannya. Memori akan kegagalan dahulu terputar kembali, membuatnya seakan terhunus tombak tak kasat mata tepat di ulu hatinya.

"Ingin kita hentikan disini saja? Kalau lelah katakanlah" tanya seseorang didepannya yang melempar tatapan mengiba.

"Belum tahu, yah" jawabnya tanpa melihat mata orang yang di ajak berbicara. Manik matanya masih fokus pada satu titik yang membawanya ke alam lamunan.

Sepanjang hari bibirnya menipis, menunjukan senyum kebohongan manis demi menutupi rasa pedih. Kecewa? Ya tentu saja. Dua kali pahitnya kegagalan ia telan. Hatinya bergemuruh, ingin rasanya menangis saat itu. Namun sepertinya tangis hanya akan membuat orang di sekitarnya menjadi biru.


'Mungkin, ini belum saatnya' Ucapnya dalam hati.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aesthetics

Aku ingin selalu merekam hal hal yang manis. Agar hingga tiba saatnya tiap detik menipis menjadi habis dan perpisahan tak dapat ditepis. Namun, cerita tentang kita tidak pernah terkikis.