Tercium
aroma menyengat melati dan kamboja bersatu, bersamaan dengan terinjaknya tanah
merah lunak diiringi langkah kaki yang semakin berat. Hamparan batu batu nisan
menyambut, seakan orang yang datang akan diterpa dengan perasaan duka yang
datang entah dari mana. Terlihat beberapa pasang mata sembab saling beradu
namun kembali tertunduk melanjutkan jalannya.
Nampak sebuah nisan yang belum lama tertancap di tanah menandakan akhir dari sebuah tujuan. Terlihat seorang gadis kecil memeluk erat batu nisan hitam yang sudah sedikit tertutup debu pasir di atas ukirannya. Seakan ia ingin nisan tersebut tahu betapa rindunya ia pada seseorang yang telah terkubur di dalamnya.
"Selamat lebaran ibu, Aku merindukanmu" ucap gadis berkulit putih pucat itu dengan menatap kosong batu nisan di depannya. Segala pikirannya tengah terarah pada kenangan masa lalu.
Hari dimana semua orang berpeluk hangat melepas rindu. Sedang, Ia hanya dapat memeluk dinginnya batu nisan meratapi orang yang dirindukan telah pergi bersama separuh jiwanya yang ikut terkubur.
"Hari ini akan hujan, semoga kau tetap hangat" ucapnya sembari menaruh seikat bunga di tengah pusara.
Komentar
Posting Komentar