Langsung ke konten utama

Postingan

Jatuh

Sambil sesegukkan ia menepuk nepuk pundak seseorang yang berada di sebelahnya. Menyampaikan betapa bangga ia bisa sampai berada di tempat ini meski untuk menyaksikan kegagalan putrinya di tahap terakhir. “Jalanmu masih panjang nak” Ucap Pria paruh baya yang tak jauh dari tempatnya duduk. “Tidak perlu sedih. Ayah dan Ibu mendukungmu nak. Kegagalanlah yang membuatmu kuat. Perjuangan tak terasa manis tanpa menyesap pahitnya gagal” tambahnya. Ia yang sedang di ajak bicarapun hanya menunduk diam tak berucap. Bulir air mata lolos dari keduamatanya. Hanya lewat tangisan ia mengutarakan kesedihannya.

Aesthetics

Aku ingin selalu merekam hal hal yang manis. Agar hingga tiba saatnya tiap detik menipis menjadi habis dan perpisahan tak dapat ditepis. Namun, cerita tentang kita tidak pernah terkikis.

kelabu

Gadis itu menangis sesegukan sembari memeluk lutut nya di dekat pintu merah. air matanya yang tumpah sejak pagi buta tampak tak habis melihat betapa basah kini gaun hitamnya. rambut panjangnya menjuntai seakan membuat tirai pertahanan agar orang lain tidak dapat melihat wajah pilunya. orang berlalu lalang bergantian menepuk nepuk pundaknya dengan sayang. sembari memberi ungkapan bela sungkawa dan petuah agar tegar. Namun tetap, lantunan kata 'Ibu' tak luput ia ucapkan di sela tangisannya.

Laksana

Aku ini Angin, berhebus kencang namun tetap tak terlihat. Aku ini Hujan, apapun yang terjadi selalu terjatuh pada akhirnya. Aku ini Sepatu, tak mungkin ada di atas namun berguna saat terinjak. Aku ini Gersang, kering, sepi dan sangat menjengkelkan.

Pergi

Kulihat dari kejauhan ia tertawa bersama dua orang yang tengah menyandarkan dirinya di kursi batu dekat perpustakaan, bahagia terpancar dari kedua bola matanya. Seringaian dan celotehan yang menjadi ciri khasnya saat berbincang denganku, terumbar dengan leluasa. Berbanding terbalik denganku. Aku hanya dapat melihat sosoknya dari sela pintu ruang kelas. Memandangnya kini bahkan masuk kedalam daftar mustahil. Kini Ia telah pergi. Ini bagai mimpi buruk di siang bolong. Sosoknya tidak akan pernah lagi masuk kedalam rekam otak bahkan ilusi. Perjalanan yang panjang telah berbuah masam. yang pasti aku sadari, seseorang telah menggantikan tempatku. Tempat yang selama ini telah nyaman aku duduki. Entah ia yang berpindah, atau aku yang tergeser. kian jelaslah hubungan ini, tidak berawal namun dapat berakhir.

You know who.

Senyummu adalah hal yang langka, aku pikir kau bahkan tidak memiliki otot di sekitar bibirmu. Baru kali ini kau membuat wajah jenakamu, apin mungkin akan tergelak melihatnya tentunya juga aku. Tapi tidak, kau tidak lucu, kau sangat manis menampilkan gigi gingsul di sebelah kananmu yang hanya tampak apabila kau tertawa. Aku tidak pernah kehabisan akal hanya untuk melihatmu tertawa. Bahkan, Kau masih terlihat berwibawa bila tersenyum atau tertawa. Mengatupkan rahang adalah kebiasaanmu. Perlu kau tahu, itu cukup mengerikan. Bayangkan saja, tiap hari sebelum aku mengenalmu. Rahangmu yang terlihat mengeras seakan akan dalam waktu dekat akan meremukkan seseorang, meski itu berlebihan tetapi aku berbicara kenyataan. Aku berani bertaruh kau akan sangat menerimanya dan mengakuinya, karena kau tak memiliki alasan yang kuat untuk menyanggahku. Apa itu benar? Ya, aku memang selalu benar :> Menyerahlah untuk kali ini ahahaha